Senin, 27 Januari 2014

Shalat Subuh memiliki manfaat dan keutamaan yang luar biasa bagi siapa saja yang melaksanakannya
secara rutin setiap hari. Meskipun hanya dua rakaat, Shalat Subuh menyimpan banyak rahasia-rahasia
yang dahsyat, baik dari segi rohani, kesehatan, dan kesuksesan hidup.
Dalam Hadist Riwayat Muslim,
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda “Dua rakaat Shalat Subuh lebih baik dari pada
dunia dan seisinya.”
Dari sisi rohani, Shalat Subuh
mempunyai banyak keutamaan, di
antaranya menyelamatkan dari azab, mendapat pahala setara pahala haji dan umrah, terbebas dari api neraka,terhindar dari kemunafikan, serta mendapat perlindungan dari Allah subhanahu wa ta’ala.
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda “Berpagi-pagilah kalian dalam menunaikan Shalat
Subuh karena itulah pahala yang
paling mulia.” (Hadist Riwayat
Turmudzi).
Dari sisi kesehatan, bangun pagi untuk melaksanakan Shalat Subuh pun mampu menormalkan kinerja
syaraf dan otak. Apalagi saat pagi hari kadar ozon (O3) cukup tinggi yang mampu membantu aktivitas
syaraf dan otak. Termasuk mengurangi risiko penyumbatan pembuluh darah dan serangan
jantung.
Bahkan, Shalat Subuh bermanfaat bagi kesuksesan dalam kehidupan. Sebab, saat pagi hari sampai fajar
pintu-pintu rezeki di buka oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Karena itu, setelah melaksanakan Shalat Subuh
dilarang tidur kembali, sebaliknya sangat dianjurkan mulai beraktivitas,
berzikir, dan berdoa.
Menyingkap 1001 Hikmah Shalat

Subuh
“Sesungguhnya amal manusia yang pertama kali dihisab pada hari kiamatadalah shalatnya” Jika shalatnya
baik, maka baik pula seluruh amalnya; dan kalau jelek, maka jeleklah seluruh amalnya. Bagaimana
mungkin seorang mukmin mengharapkan kebaikan di akhirat, sedang pada hari kiamat bukunya
kosong dari shalat Subuh tepat
waktu?
“Sesungguhnya shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya’ dan shalat Subuh.
Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, niscaya mereka akan mendatangi
keduanya (berjamaah di masjid)
sekalipun dengan merangkak” [HRAl-Bukhari dan Muslim]
Shalat Subuh memang shalat wajib yang paling sedikit jumlah rekaatnya; hanya dua rekaat saja. Namun, ia
menjadi standar keimanan seseorang dan ujian terhadap kejujuran, karena
waktunya sangat sempit (sampai matahari terbit) Ada hukuman khusus bagi yangmeninggalkan shalat Subuh.
Rasulullah saw telah menyebutkan hukuman berat bagi yang tidur dan meninggalkan shalat wajib, rata-rata
penyebab utama seorang muslim meninggalkan shalat Subuh adalah tidur.
“Setan melilit leher seorang di antara kalian dengan tiga lilitan ketika ia tidur. Dengan setiap lilitan setan
membisikkan, ‘Nikmatilah malam yang panjang ini’. Apabilaia bangun lalu mengingat Allah, maka terlepaslah lilitan itu. Apabila ia
berwudhu, lepaslah lilitan yang kedua. Kemudian apabila ia shalat, lepaslah lilitan yang ketiga, sehingga
ia menjadi bersemangat. Tetapi kalautidak, ia akan terbawa lamban danmalas”
“Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang banyak berjalan dalam kegelapan (waktu Isya’ dan
Subuh) menuju masjid dengan cahaya yang sangat terang pada hari kiamat” [HR. Abu Dawud, At-Tarmidzi dan Ibnu Majah]
Allah akan memberi cahaya yang sangat terang pada hari kiamat nantinya kepada mereka yang menjaga Shalat Subuh berjamaah (bagi kaum lelaki di masjid), cahaya itu ada dimana saja, dan tidak mengambilnya ketika melewati Sirath
Al-Mustaqim, dan akan tetap bersama mereka sampai mereka masuk surga, Insya Allah.
“Shalat berjamaah (bagi kaum lelaki) lebih utama dari shalat salah seorang kamu yang sendirian, berbanding dua puluh tujuh kali lipat. Malaikat penjaga malam dan siang berkumpul pada waktu shalat Subuh”.
“Kemudian naiklah para Malaikat yang menyertai kamu pada malam harinya, lalu Rabb mereka bertanya
kepada mereka – padahal Dia lebih mengetahui keadaan mereka –
‘Bagaimana hamba-2Ku ketika kalian tinggalkan ?’ Mereka menjawab,
‘Kami tinggalkan mereka dalam keadaan shalat dan kami jumpai mereka dalam keadaan shalat juga’.
” [HR Al-Bukhari]
Sedangkan bagi wanita – walau shalat di masjid diperbolehkan shalat di rumah adalah lebih baik dan lebih
banyak pahalanya, yaitu yang mengerjakan shalat Subuh pada saat para pria sedang shalat di masjid.
Ujian yang membedakan antara wanita munafik dan wanita mukminah adalah shalat pada
permulaan waktu.
“Barang siapa yang menunaikan shalat Subuh maka ia berada dalam jaminan Allah. Shalat Subuh
menjadikan seluruh umat berada dalam jaminan, penjagaan, dan perlindungan Allah sepanjang hari.
Barang siapa membunuh orang yang menunaikan shalat Subuh, Allah akan menuntutnya, sehingga Ia akan
membenamkan mukanya ke dalam neraka” [HR Muslim, At-Tarmidzi dan Ibnu Majah]
Banyak permasalahan, yang bila diurut, bersumber dari pelaksanaan shalat Subuh yang disepelekan.
Banyak peristiwa petaka yang terjadi pada kaum pendurhaka terjadi di waktu Subuh, yang menandai
berakhirnya dominasi jahiliyah dan munculnya cahaya tauhid.
“Sesungguhnya saat jatuhnya adzab kepada mereka ialah di waktu Subuh; bukankah Subuh itu sudah
dekat?” (QS Huud:81)
Rutinitas harian dimulainya tergantung pada pelaksanaan shalat Subuh. Seluruh urusan dunia seiring
dengan waktu shalat, bukan waktu shalat yang harus mengikuti urusan dunia.
“Jika kamu menolong (agama) Allah, maka ia pasti akan menolongmu danmeneguhkan kedudukanmu” (QS
Muhammad : 7)
“Sungguh Allah akan menolong orang yang menolong agamanya, sesungguhnya Allah Maha Kuat dan
Maha Perkasa” (QS Al-Hajj:40)
TIPS MENJAGA SHALAT SUBUH :
1. Ikhlaskan niat karena Allah, dan berikanlah hak-hak-Nya
2. Bertekad dan introspeksilah diri Anda setiap hari
3. Bertaubat dari dosa-dosa dan berniatlah untuk tidakmengulangi kembali
4. Perbanyaklah membaca doa agar Allah memberi kesempatan untuk shalatSubuh
5. Carilah kawan yang baik(shalih)
6. Latihlah untuk tidur dengan cara yang diajarkan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam (tidur awal;
berwudhu sebelum tidur; miring ke kanan; berdoa)
7. Mengurangi makan sebelum tidur serta jauhilah teh dan kopi pada malam hari
8. Ingat keutamaan dan hikmah Subuh; tulis dan gantunglah di atas dinding
9. Bantulah dengan 3 buah bel pengingat(jam weker; telpon;bel pintu)
10. Ajaklah orang lain untuk shalat
Subuh dan mulailah darikeluarga
Jika Anda telah bersiap meninggalkan shalat Subuh, hati- hatilah bila Anda berada dalam golongan orang-orang yang tidak disukai Allah untuk pergi shalat.
Anda akan ditimpa kemalasan, turun keimanan, lemah dan terus berdiamdiri.
Fadhilah Shalat Subuh Di antara shalat-shalat yang ada, shalat subuh adalah yang mengawali hari. Ia adalah shalat yang paling penting yang harus dijaga betul pelaksanaannya, sebab tidak semua orang bisa konsisten, bahkan shalat
ini terasa berat bagi orang-orang munafik.“Shalat yang paling berat bagi orang-orang munafik adalah
shalat isya’ dan shalat
subuh” (HR.Ahmad) Shalat subuh berjamaah adalah tolok
ukur sejauh mana kejujuran dan keimanan seorang muslim. Di dalam sebuah riwayat shahih bahwa Ibnu
Umar ra pernah berkata:
“Ketika kami tidak melihat seseorang dalam shalat subuh atau isya’, kami
langsung berprasangka buruk kepadanya.”
Ini wajar, mengingat shalat-shalat lain selain subuh dan isya bisa dilakukan oleh seseorang denganmudah karena memang waktunyabertepatan dengan saat bekerja dan terjaga. Oleh karena itu tidak ada
yang mampu konsisten menjagashalat isya’ dan subuh secara
berjamaah selain orang beriman yang diharapkan ada kebaikan
muncul darinya. Karena hal tersebut di atas, makabanyak keutamaan yang didapatkan dari shalat subuh berjamaah, di
antaranya:
1. Shalat subuh adalah faktordilapangkannya rizki
Seorang hamba walau sezuhud apapun dan sangat tidak peduli dengan urusan dunia, ia tetap
senang kalau lapang rizkinya minimal mencukupi kebutuhan diri sendiri untuk menyelamatkan mukadari hinanya meminta-minta. Dan demi Allah untuk mencapai inijalannya adalah dengan menaati Allah.
Pernah suatu ketika Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam shalat subuh. Begitu selesai, beliau pun
kembali ke rumah dan mendapati puterinya Fathimah ra sedang tidur.
Maka beliau pun membalikkan tubuh Fatimah dengan kaki beliau,kemudian mengatakan kepadanya :
“Hai Fathimah, bangun dan
saksikanlah rizki Rabb-mu karena
Allah membagi-bagikan rizki para hamba antara shalat subuh dan
terbitnya matahari.” Ini bukan berarti orang yang melaksanakan shalat subuh pasti
pulang dengan kantong penuh uang, tetapi yang dimaksud adalah bahwa ketaatan kepada Allah dengan cara
menjaga untuk terus istiqomah dalam shalat subuh berjamaah akan mendatangkan taufik dari Allah sehingga nantinya seorang hamba memperoleh keridhoan dan kelurusan dari Rabb-nya yang pada gilirannya ia akan menghabiskan sisa
harinya dalam pertolongan dan kemudahan dari Allah dalam urusan- urusannya.
“Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan
memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangkanya” (QS.Ath Thalaq : 2-3)
2. Shalat subuh menjaga diri seorang
muslim
“Barang siapa yang melaksanakan shalat subuh maka dia berada dalam jaminan Allah, maka jangan sampai
Allah menarik kembali jaminan-Nya dari kalian dengan sebab apa pun.
Karena siapapun yang Allah cabut jaminan-Nya darinya dengan sebab apa pun, pasti akan tercabut.
Kemudian Allah akan telungkupkan wajahnya dalam neraka jahannam.” (HR.Muslim)
Makna berada dalam jaminan Allah adalah dalam lindungan, penjagaan, dan pemeliharaan dari-Nya. Sungguh
itu semua adalah rahmat, yang kalau menaungi kita, maka semua kepedihan berubah menjadi harapan.
Sungguh itu semua adalah kelembutan Allah, yang jika turun kepada kita akan sanggup
menjadikan api menjadi dingin dan damai. Itulah hikmah, kemuliaan, dan kehendak yang tak terkalahkan. Jika
ia datang, mampu merubah musuh menjadi teman setia, dan mampu merubah singa yang buas menjadi
kucing yang penurut.
3. Shalat subuh sama dengan shalatmalam semalam suntuk
Alangkah besar keutamaan yang Allah berikan kepada umat ini. Pertama kali, Allah wajibkan shalat malam dalam firman Allah yang
artinya:
”Wahai orang yang berselimut bangunlah untuk shalat di malam hari kecuali sedikit” (QS.Al
Muzzammil : 1-2)Setelah itu Allah menghapus perintah tersebut sebagai bentuk peringanan dalam firman-Nya dalam QS.AlMuzzammil : 20.
Setelah menghapuskan kewajiban shalat malam, Allah tetap menetapkan bagi kita keutamaannyasebagaimana hadits berikut:
”Barang siapa yang melaksanakan shalat isya’ secara berjamaah maka ia seperti shalat malam separuh
malam. Dan barang siapa melaksanakan shalat subuh secara berjamaah maka ia seperti shalat
malam satu malam penuh.” (HR.Muslim)
Maka usahakanlah untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Oleh karena itu para ulama ada
yang memakruhkan begadang hingga terlalu larut malam walaupun untuk membaca Al Qur’an atau
shalat malam jika akan berakibat tidak terlaksananya shalat subuh
dengan baik. Tetapi jangan salah paham dulu, para salafus shalih selalu melaksanakan shalat isya’ dan
subuh secara berjamaah tetapi mereka tetap bersemangat tanpa henti dalam melaksanakan shalat
malam.
4. Shalat subuh tolok ukur keimanan Orang yang mengaku beriman tidak perlu sulit-sulit mengetahui kadar
keimanannya, ia cukup mengukurnya dengan shalat subuh untuk mengetahui apakah dirinya termasuk
jujur dalam beriman ataukah berdusta, apakah ia beriman di atas keikhlashan ataukah riya. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Shalat terberat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya’ dan subuh. Padahal seandainya mereka mengetahui pahala pada kedua shalat tersebut, tentu mereka akan mendatanginya
walaupun harus merangkak .” (HR.Ahmad)
5. Shalat subuh adalah penyelamat dari neraka Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi
Wasallam bersabda, “Tidak akan masuk neraka, orang yang melaksanakan shalat sebelum
matahari terbit dan sebelum tenggelamnya.” (HR.Muslim)
Ini adalah ketetapan Nabi yang mulia, bahwa siapa yang memelihara pelaksanaan shalat subuh dan ashar maka dia tidak akan masuk neraka dengan izin Allah subhanahu wa ta’ala.
6. Shalat subuh adalah penyebab orang masuk surga Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Siapa yang melaksanakan dua shalat bardain dia masuk syurga” (HR.Bukhari).
Shalat bardain adalah shalat subuh dan ashar. Disebut Al Bardain (dua waktu dingin) karena keduanya dilaksanakan pada waktu dinginnya siang, tepatnya pada kedua ujung siang ketika suasana teduh dan tidak ada terik panas.
7. Shalat subuh akan mendatangkan nikmat berupa bisa melihat wajah Allah yang mulia
“Apabila penghuni syurga telah memasuki syurga. Allah berfirman,’Apakah kalian ingin akuberi tambahan ?’ Mereka
menjawab,’Bukankan Engkau telah memutihkan wajah-wajah kami?
Bukankan Engkau telah memasukkan kami ke dalam syurga? Dan Engkau selamatkan kami dari neraka?’
Rasulullah melanjutkan,”Kemudian dibukalah tabir, maka tidak ada lagi nikmat yang lebih besar daripada nikmat bisa melihat Rabb mereka.
Inilah nikmat tambahan itu.” Lalu beliau membaca surat Yunus : 26 yang artinya: “Bagi orang-orang yang berbuat baik ada pahala yang terbaik jannah dan tambahannya.” (HR.Muslim)
8. Shalat subuh adalah suatu syahadah khususnya bagi yang konsisten memeliharanya
“Malaikat-malaikat siang bergantian mendampingi kalian dengan malaikat-malaikat malam, dan mereka berkumpul pada waktu shalat subuh dan ashar setelah itu malaikat yang semalaman menjaga kalian
naik ke langit. Lalu Allah bertanya kepada mereka – dan dia lebih tahu
tentang mereka – ,’Bagaimana kalian tinggalkan hamba-hambaku?’
Mereka menjawab,’Kami menginggalkan mereka dalam keadaan shalat dan kami datang kepada mereka ketika mereka
shalat’” (HR.Bukhari)
9. Shalat subuh adalah kunci kemenangan
“Bahwa Rasulullah apabila hendak menyerbu suatu kaum, beliau menundanya hingga tiba waktu subuh.” (HR Bukhari)
Dikisahkan pasca meletusnya perang Mesir-Israel tahun 1973 ada seorang tentara Mesir yang mengajak berbicara tentara Yahudi yang paham bahasa Arab.
Tentara Mesir itu berkata, “Demi Allah, kami akan memerangi dan mengalahkan kalian sampai ada di antara kalian yang bersembunyi di balik pohon dan batu, kemudian pohon dan batu itu mengatakan,’hai hamba Allah, hai Muslim, ini ada
Yahudi di belakangku, ke mari dan bunuhlah dia’” Tentara Yahudi menjawab,”Semua itu tidak akan terjadi sebelum shalat subuh kalian sama dengan shalat Jumat.”
10. Shalat subuh lebih baik daripada dunia seisinya “Dua rakaat shalat subuh, lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR.Muslim dan Ahmad)
Mengenai shalat dua rakaat sunah sebelum subuh Rasulullah bersabda,
“Dua rakaat itu lebih aku sukai daripada dunia seluruhnya.” (HR.Muslim)